Baiklah dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang salah satu cabang dari linguistik, yaitu morphology yang terasuk kedalam pure linguistics. "Kenapa harus morphology? padahal kan banyak cabang selain mophology". Saya memilih morphology karena sampai sekarang masih banyak yang salah dalam penggabungan beberapa morfem, oleh sebab itu saya memposting tentang morphology agar kita sama-sama tahu yang mana benar dan yang mana salah.
Apa itu morphology? morphology adalah studi tentang kata-kata, bagaimana mereka dibentuk, dan hubungannya dengan kata-kata lain dalam bahasa yang sama. Dalam kaitannya dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu, perubahan bentuk kata dan makna (arti) yang muncul serta perubahan kelas kata yang disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. Dengan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam morfologi adalah morfem pada tingkat terendah dan kata pada tingkat.
Sebelum kita lanjut, sebaiknya kita harus mengetahui apa itu morfem. Morfem merupakan satuan bahasa yang terkecil dapat berupa imbuhan, contohnya seperti dua dan kedua. Keduanya memiliki morfem bebas dua tetapi karena morfem kedua memiliki morfem terikat ke- yang menjadikan keduanya memiliki arti yang berbeda.
Apa itu morfem bebas dan morfem terikat?
1. Morfem bebas adalah morfem yang bisa berdiri sendiri dari segi makna, yang tidak harus dihubungkan dengan morfem lainnya. Morfem bebas juga dianggap sebagai morfem yang memiliki potensi untuk dapat berdiri sendiri pada suatu bangun kalimat. Seluruh kata dasar tergolong sebagai morfem bebas. Contoh :
• Kursi ini dari kayu mahoni, “kursi” disini merupakan morfem bebas yang terdiri dari satu morfem.
• Saya belum menikah, “saya” disini merupakan morfem bebas yang terdiri dari satu morfem.
2. Morfem terikat adalah morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dari segi makna. Morfem terikat juga dianggap sebagai morfem yang tidak memiliki potensi untuk berdiri sendiri dan selalu terikat dengan morfem lainnya atau bisa disebut juga seagai imbuhan. Contoh :
• Kapan hujan ini akan berhenti. “henti” disini merupakan morfem terikat karena tidak bisa berdiri sendiri, dan terikat dengan morfem “ber-”
• Perjuangkan harkat dan martabatmu, “juang” disini merupakan morfem terikat karena tidak bisa berdiri sendiri dan terikan dengan morfem “per- dan -kan”.


