Kata linguistik berasal dari bahasa latin lingua yang berarti ’bahasa’. Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Sebagian besar orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam hidup untuk berbicara, mendengar, dan dalam masyarakat berpendidikan membaca dan menulis. Menggunakan bahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Anak-anak di seluruh dunia mulai mengenal kata-kata di sekitar usia yang sama dan mengikuti proses yang sama dalam perkembangan berbahasa mereka. Setiap bahasa mempunyai ciri khas yang berbeda dengan bahasa yang lain.
Dalam dunia keilmuan, tidak hanya linguistik saja yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Ilmu atau disiplin lain yang juga mengkaji bahasa diantaranya: ilmu susastra, ilmu sosial, psikologi, dan fisika. Yang membedakan linguistik dengan ilmu-ilmu tersebut adalah pendekatan terhadap objek kajiannya yaitu bahasa. Ilmu susastra mendekati bahasa sebagai wadah seni. Ilmu sosial mendekati dan memandang bahasa sebagai alat interaksi sosial di dalam masyarakat. Psikologi mendekati dan memandang bahasa sebagai pelahiran kejiwaan. Fisika mendekati dan memandang bahasa sebagai fenomena alam. Sedangkan linguistik mendekati dan memandang bahasa sebagai bahasa atau wujud bahasa itu sendiri.
Seseorang yang belajar linguistik disebut linguis. Ada juga yang menganggap
bahwa linguistician merupakan istilah yang lebih akurat. Kata linguistik dianggap tidak memuaskan karena menyebabkan kebingungan ketika linguis juga mengacu kepada orang yang mampu berbicara dalam berbagai bahasa. Linguis bisa diibaratkan sebagai seorang musikolog (bukan pemusik). Musikolog bisa menganalisis bunyi piano yang disesuaikan dengan tema, variasi, dan harmoni. Dia bisa saja tidak bisa bermain piano, sehingga tugas memainkan piano diserahkan kepada orang yang benar-benar mampu bermain piano. Jadi, ini hanya sekadar membandingkan bagaimana teori bermusik sangat erat kaitannya dengan cara kerja linguis.
Dalam linguistik mikro ada beberapa subdisiplin yaitu:
- Fonologi: menyelidiki tentang bunyi bahasa.
- Morfologi: menyelidiki tentang morfem.
- Sintaksis: menyelidiki tentang satuan-satuan kata.
- Semantik: menyelidiki makna bahasa.
- Leksikologi: menyelidiki leksikon atau kosakata.
Subdisiplin-subdisiplin linguistik makro antara lain:
- Sosiolinguistik: mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaian di masyarakat.
- Psikolinguistik: mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dana kal budi manusia.
- Antropolinguistik: mempelajari hubungan bahasa dengan budaya.
- Filsafat bahasa: mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia.
- Stilistika: mempelajari bahasa dalam karya sastra.
- Filologi: mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan tertulis.
- Dialektologi: mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah.

Hi rizki๐ธ how are you ? I hope you are good ๐ธ I just wanna ask you, what do you think about bahasa ? Is it same like linguistic ? If no, what is the different of them ? Thank you ๐ธ
BalasHapusHi rizki ๐ธ I think i have to give you suggestions for your post ๐ค you have to use align text justify and make every paragraph look like a paragraph ๐ it will be neatly rizki ๐ and yeah put something interesting to make your readers be interested ๐ค
BalasHapusHi rizki hmm your post is so so, nothing special and not interesting ๐ it is not neatly, and not good ๐ where is your sources to write this post ? Why did you not put there ? ๐ this post make your readers be bored ๐
BalasHapus